Pendahuluan
Pencak Silat Nurul Huda Pertahanan Dua Kalimat Syahadat, atau yang lebih dikenal dengan singkatan NH Perkasya, merupakan salah satu perguruan pencak silat yang kental dengan nilai-nilai agamis dan berlandaskan Pancasila serta Ahlussunnah wal Jama'ah . Lahir dari lingkungan kaum santri, perguruan ini tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik dan perlindungan diri, tetapi juga menanamkan akhlak dan kedisiplinan tingkat tinggi.
Tempat dan Waktu Berdirinya
Sejarah NH Perkasya tidak bisa dilepaskan dari Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Perguruan pencak silat ini secara resmi didirikan pada tanggal 2 November 1982 . Kehadirannya diresmikan dan direstui langsung oleh pengasuh Pesantren Tebuireng pada masa itu, yaitu KH. Muhammad Yusuf Hasyim, untuk dijadikan sebagai wadah kegiatan bela diri resmi bagi para santri di pondok pesantren tersebut .
Tokoh Pendiri dan Perintis
Sosok utama di balik berdirinya NH Perkasya adalah Bapak H. Muhammad Lamro Asyhari (sering dipanggil Pak Lamroh). Pada awal perintisannya, Bapak Lamro mulai mengajarkan berbagai ilmu bela diri yang pernah dipelajarinya saat berada di Ponorogo, yang mencakup teknik karate, yudo, dan pencak silat . Materi-materi tersebut awalnya diajarkan secara bertahap sesuai tingkat sabuk, sebelum akhirnya melebur menjadi kurikulum silat NH Perkasya yang utuh.
Pertambahan anggota yang pesat di kalangan santri mendorong Bapak Lamro untuk menyusun jadwal dan tempat latihan yang terstruktur, yaitu di lapangan belakang Pondok Pesantren Tebuireng.

Asal-Usul Nama dan Jejak "Batara Perkasa"Pemilihan nama "NH Perkasya" memiliki sejarah dan filosofi yang mendalam, karena merupakan gabungan dari usulan dua tokoh penting:
-
Nurul Huda: Nama ini diberikan oleh KH. Syamsuri Zen .
-
Perkasya (Pertahanan Dua Kalimat Syahadat): Nama ini diusulkan langsung oleh H. Lamro Asyhari .
Penambahan kata "Perkasya" memiliki makna historis tersendiri bagi sang pendiri. Bapak Lamro mengusulkan nama tersebut agar tetap terjalin hubungan dan penghormatan dengan perguruan bela diri yang pernah diikutinya sebelumnya, yaitu Batara Perkasya (atau Batara Perkasa) . Dengan demikian, nama Batara Perkasa menjadi cikal bakal sekaligus simbol asal-usul yang mendasari spirit dan keilmuan yang dibawa dalam pembentukan NH Perkasya .
Perkembangan Hingga Kini
Seiring berjalannya waktu, NH Perkasya terus mengalami kemajuan. Pada tahun 1983, perguruan ini mulai masuk ke dalam keanggotaan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) . Berawal dari lingkungan Tebuireng, NH Perkasya kini telah melakukan ekspansi dan memiliki puluhan cabang yang tersebar di berbagai daerah, baik di pulau Jawa maupun di luar Jawa .
Kesimpulan NH Perkasya bukan sekadar organisasi bela diri, melainkan warisan berharga yang lahir dari rahim pesantren. Dengan membawa filosofi "Pertahanan Dua Kalimat Syahadat" dan spirit yang diwariskan dari Batara Perkasa, NH Perkasya terus berdiri tegak mencetak generasi pendekar yang berakhlak mulia, tangguh, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama serta bangsa.